//Bupati Luwu Sebut Alumni SBL Agen Pelestari Budaya

Bupati Luwu Sebut Alumni SBL Agen Pelestari Budaya

Belopa, InfoPublik – Bupati Luwu, H Basmin Mattayang mengukuhkan Alumni Sekolah Budaya Luwu (SBL) I La Galigo angkatan II tahun 2020 dalam sebuah acara ‘Mappatemme Sikolah’ di Baruga Arung Senga Kelurahan Senga Kecamatan Belopa, Rabu (5/8/2020)

Dengan mengangkat tema Pattuppui Ri Ade’e Pasanre’i Ri Syara’e, Bupati Luwu mengukuhkan sebanyak 49 orang alumni angkatan II SBL I La Galigo yang telah menjalani pembelajaran budaya Luwu selama delapan minggu

Dalam Sambutannya, Bupati Luwu mengatakan bahwa alumni SBL I La Galigo harus dapat ikut serta melestarikan Kebudayaan Luwu

“Setelah dikukuhkan, maka hari ini alumni Sekolah Budaya Luwu I La Galigo adalah agen Pelestari tatanan dan nilai-nilai adat budaya Luwu”, kata H Basmin Mattayang

Menurut Bupati Luwu, Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban dan kebudayaannya.

“Jika ingin menjadi Bangsa yang besar maka mari kita menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban dan kebudayaan kita. Luwu ini adalah wilayah kerajaan tertua di Indonesia yang memiliki berbagai macam situs-situs budaya yang tersebar diberbagai daerah di Luwu Raya, sehingga itu semua harus dipahami asal usulnya kemudian dilestarikan. Dan melalui Sekolah Budaya Luwu ini diharapkan lahir agen-agen yang dapat membagikan ilmu pengetahuan tentang kebudayaan Luwu kepada lingkungan keluarganya, lingkungan masyarakat sekitarnya dan kepada anak didiknya disekolah”, lanjut H Basmin Mattayang

Anggota Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu, Maddika Bua, Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja menceritakan pergerakan dimulainya mengangkat kembali peradaban dan Budaya Luwu

“Berbicara tentang budaya Luwu akan membutuhkan waktu yang sangat panjang karena melewati berbagai macam fase. Namun saya akan menceritakan sedikit sejarah dimana pada fase setelah kemerdekaan RI, tepatnya pada tahun 1975 yang diprakarsai oleh Anton Pangeran mulai melakukan pergerakan untuk mengangkat kembali peradaban dan Kebudayaan kerajaan Luwu dengan menelusuri beberapa wilayah tomakaka dan menelusuri silsilah keturunannya”, jelas Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja

Andi Syaifuddin Kaddiraja Opu To Sattiaraja juga menyebutkan beberapa bupati di Luwu Raya yang ikut berperan dalam pelestarian situs budaya Luwu, salah satunya adalah Bupati Luwu H Basmin Mattayang yang membangun Baruga Arung Senga dan rumah adat yang berada di Kecamatan Kamanre.

Sementara itu, Ketua Yayasan SBL I La Galigo, Sharma Hadeyang menjelaskan tujuan berdirinya Sekolah Budaya Luwu I La Galigo

“Selain sebagai wadah menambah wawasan, SBL ini juga menjadi sarana untuk ikut serta melestarikan tatanan dan nilai-nilai adat budaya Luwu yang merupakan salah satu pilar budaya bangsa. Ke depan kita akan membangun kerjasama yang lebih luas lagi dengan berbagai pihak, seperti Tim Penggerak PKK, Polres Luwu , APDESI Kab. Luwu guna bersama-sama mengambil peran sebagai agen pelestari budaya Luwu, sebagaimana yang telah kami konsepkan bersama Kepsek SBL I La Galigo, Andi Ajigoena dan teman-teman pengurus lainnya”, kata Sharma Hadeyang

Hadir pada kegiatan pengukuhan alumni SBL angkatan II diantaranya, Wakapolres Luwu, Kompol Abdul salam, Kadis Ketahanan Pangan, Tandiraja, Asisten II, Andi Palanggi, Ketua TP-PKK Kab Luwu, Hj Hayarna Basmin, Jemma Tongeng, Andi Abdullah Sanad Kaddiraja Opu To Sulolipu, Arung Senga, Andi Saddakati Arsyad.