//Terima DIPA 2020, Bupati Luwu Akan Segera Melakukan Persiapkan Percepatan Pembangunan

Terima DIPA 2020, Bupati Luwu Akan Segera Melakukan Persiapkan Percepatan Pembangunan

Makassar, InfoPublik – Bupati Luwu, H Basmin Mattayang akan segera melakukan persiapan percepatan pembangunan di Kabupaten Luwu. Hal ini disampaikannya setelah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2020 bersama 23 Kepala Daerah dari Kabupaten/Kota se Sulawesi Selatan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H Nurdin Abdullah di Ruang pola kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Senin, (18/11/2019).

Penyerahan DIPA 2020 ini dilaksanakan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dihadiri seluruh unsur Forkopimda, seluruh bupati dan walikota se-Sulsel, lembaga vertikal dan perangkat daerah Provinsi dan kabupaten/kota se Sulsel. Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakor Tingkat Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi di Jakarta.

“Sesuai Arahan dari Bapak Gubernur, setelah menerima DIPA 2020, maka diharapkan semua kepala daerah termasuk kabupaten Luwu untuk segera melakukan percepatan pembangunan. Percepatan pembangunan yang dimaksud bapak Gubernur adalah selain infrastruktur, penyiapan lapangan kerja, membangun SDM seutuhnya dan bagaimana mendorong percepatan serta kemudahan bagi investor untuk berinvestasi didaerah. Tentunya, hal ini butuh persiapan yang matang dan sinergitas semua stakeholder yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu”, kata H Basmin Mattayang.

Lebih lanjut Bupati Luwu menyampaikan, untuk persiapan percepatan pembangunan, Hal lain yang ditekankan Gubernur Sulsel pada Rakor kali ini adalah Kepala Daerah diharapkan harus terus memperkuat kolaborasi dan sinergitas dengan semua stakeholder, baik di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota, sinergitas dengan perguruan tinggi, dan masyarakat.

Dalam rakor tersebut, Forkopimda se Sulsel sepakat untuk memperkuat harmonisasi dan kolaborasi dalam menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada terkait dengan akuntabilitas tata kelola keuangan, yaitu mengedepankan pencegahan dan tidak membiarkan terjadinya permasalahan di hilir karena sudah dimatangkan dibagian hulunya.