Belopa, InfoPublik – Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, SH menghadiri rapat paripurna DPRD Luwu dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Luwu Tahun 2024.
Rapat paripurna dilaksanakan di ruang sidang istimewa, kantor DPRD Luwu, Senin (24/3/2025). Selain pimpinan dan anggota DPRD, turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Drs. H. Sulaiman, MM beserta para Kepala OPD, asisten dan staf ahli Bupati.
Dalam pidato penyampaian LKPJ, Bupati Luwu mengatakan penyampaian LKPJ ini merupakan refleksi hubungan antara Kepala Daerah dengan DPRD, sebagai penyelenggara pemerintahan daerah dalam konteks kesetaraan dan kemitraan eksekutif dan legislatif.
“Mencermati dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah selama tahun 2024, alhamdullillah, secara umum berjalan dengan baik dan dalam situasi yang kondusif. Meskipun terdapat berbagai hambatan dan tantangan, namun dapat dilalui dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa sinergitas dan kepedulian kita semua dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan upaya pemberdayaan masyarakat.”, kata H Patahuddin.

Semua itu, menurutnya harus terus dijaga oleh segenap jajaran pemerintah, baik yang ada di kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa, serta partisipasi aktif masyarakat, secara terus menerus menumbuhkembangkan jiwa dan semangat kebersamaan, dalam mewujudkan Kabupaten Luwu bangkit lebih cepat bersama rakyat.
LKPJ Bupati Luwu tahun 2024 menjelaskan tentang keuangan daerah, penjabaran hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan.
“APBD Kabupaten Luwu tahun 2024 ditetapkan sebesar Rp.1,5 triliun lebih Pada APBD perubahan bertambah sejumlah Rp.103 miliar lebih Sehingga menjadi Rp.1,6 triliun lebih”, jelas H Patahudding.
Pendapatan daerah tahun 2024 yang dianggarkan sejumlah Rp.1,6 triliun lebih. Dapat direalisasikan sejumlah Rp.1,5 triliun lebih atau 95,82 persen.
Selain hal tersebut diatas, beberapa indikator keberhasilan pembangunan daerah yang bersifat nasional, antara lain :
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Kabupaten Luwu telah mencapai 73,86 pada tahun 2024, mengalami kenaikan 0,63 poin dari tahun 2023 yakni sebesar 73,23. - Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mengalami kenaikan 1,19 triliun, yaitu dari 21,76 Triliun pada tahun 2023 menjadi 22,95 Triliun pada tahun 2024.
- Income Perkapita atas dasar harga berlaku tahun 2024 meningkat sebesar 4,13 persen dari 57,36 juta pada tahun 2023 menjadi 59,73 juta pada tahun 2024.
- Angka Harapan Hidup di tahun 2024 adalah 71,23 tahun meningkat dibandingkan tahun 2023 yaitu 71 tahun. Semakin tingginya angka harapan hidup menandakan adanya perbaikan status kesehatan masyarakat, khususnya akses terhadap pelayanan dan kualitas pelayanan.
- Persentase penduduk miskin di Kabupaten Luwu menurun 1,01 persen, dari 12,71 persen pada tahun 2023 menjadi 11,70 persen ditahun 2024.
- Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2023 yang diaudit di tahun 2024 dicapai dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Dan yang tak kalah pentingnya kami sampaikan, bahwasanya kami telah menyelesaikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN yang belum sempat terealisasi di tahun kemarin”, tutupnya.





