Luwu – Bagi para wredatama, masa pensiun bukanlah garis akhir pengabdian. Justru pada fase inilah pengalaman, kebijaksanaan, dan semangat berbagi menemukan ruang baru untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam Pengukuhan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Ponrang, Ponrang Selatan, Suli, Larompong, dan Larompong Selatan, serta Pengukuhan Pengurus Kerukunan Wanita (KERTA) PWRI Kabupaten Luwu yang digelar di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Kamis (25/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh Ibu Bupati Luwu Ny. Hj. Kurniah Patahudding, didampingi Ny. Rafika Liakat Muh. Rudi selaku Penjabat Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu. Hadir pula Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Luwu Siti Hidayah Made, Sekretaris DPMD Kabupaten Luwu, Camat Belopa Utara, Camat Suli, unsur Forkopimda, serta para pensiunan yang tergabung dalam PWRI.
Di tengah era yang terus bergerak cepat, para anggota PWRI hadir membawa satu pesan penting: pengalaman adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. Raut wajah penuh semangat dari para purnabakti yang hadir menjadi bukti bahwa dedikasi untuk daerah tetap menyala meski masa tugas telah berakhir.
Mewakili Bupati Luwu, Rahimullah Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pengukuhan kepengurusan baru tersebut. Ia menegaskan bahwa PWRI memiliki peran strategis sebagai wadah yang tidak hanya mempererat silaturahmi para pensiunan, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam memberikan masukan, gagasan, dan keteladanan bagi masyarakat.
“Pengabdian kepada bangsa dan daerah tidak berhenti ketika masa tugas berakhir. Pengalaman yang dimiliki para wredatama merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk terus mendukung pembangunan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar kepengurusan yang baru dapat memperkuat solidaritas antar anggota serta terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua PWRI Kabupaten Luwu, Sahar, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kebermanfaatan di tengah masyarakat. Menurutnya, PWRI harus terus hadir sebagai organisasi yang produktif dan adaptif, sekaligus menjadi rumah besar bagi para purnabakti untuk tetap berkarya.
Sementara itu, pengukuhan Pengurus Kerukunan Wanita (KERTA) PWRI Kabupaten Luwu menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perempuan purnabakti. Melalui KERTA, para anggota diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam kegiatan sosial, pemberdayaan perempuan, hingga berbagai aktivitas yang mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah yang semakin menghangatkan suasana. Tawa, cerita, dan kenangan yang terjalin menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru PWRI dan KERTA Kabupaten Luwu, diharapkan semangat para wredatama terus menjadi energi positif dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Luwu yang lebih maju dan berkelanjutan.
Sebab bagi para wredatama, pensiun hanyalah akhir masa tugas, bukan akhir pengabdian.

























