Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, secara resmi membuka Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 di Halaman Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu, Jumat malam (7/8/2026).
Festival yang berlangsung mulai 7 hingga 9 Agustus 2026 ini menjadi momentum pelestarian budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Luwu, unsur Forkopimda Kabupaten Luwu, Maddika Ponrang, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu beserta jajaran, Ketua Bidang I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, para Kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pelaku UMKM, insan pers, serta para peserta festival dan para undangan.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia yang menyampaikan bahwa Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga, melestarikan, memperkenalkan, serta mengembangkan nilai-nilai budaya Luwu sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Ketua panitia menjelaskan, rangkaian kegiatan festival meliputi Lomba Pidato Bahasa Daerah tingkat SMA/SMK, Lomba Tari Kreasi Nusantara tingkat umum, Karnaval SD/MI, Silaturahmi Pelaku Seni dan Budayawan, serta Seminar Kebudayaan yang digelar selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026.
Dalam laporannya, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga festival dapat terselenggara dengan baik.
Membacakan sambutan Bupati Luwu, Wakil Bupati Muhammad Dhevy Bijak Pawindu terlebih dahulu menyampaikan permohonan maaf Bupati Luwu yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan lainnya.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Kabupaten Luwu sebagai Bumi Sawerigading memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang telah menjadi bagian penting dalam sejarah Nusantara.
Festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang bertemunya seluruh elemen masyarakat untuk berkarya, melestarikan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Luwu kepada masyarakat yang lebih luas, ujar Wakil Bupati saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menambahkan, festival budaya diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, serta membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.
Wakil Bupati juga mengajak generasi muda menjadi pelopor pelestarian budaya dengan mempelajari sejarah daerah, mencintai bahasa dan adat istiadat, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai media memperkenalkan budaya Luwu hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan kita dari akar budaya, tetapi harus menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan budaya kepada dunia, lanjutnya.
Sebelum membuka festival, Wakil Bupati mengingatkan seluruh dewan juri agar menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme dalam memberikan penilaian terhadap seluruh peserta lomba.
Berikan penilaian secara objektif sesuai kemampuan peserta. Sportivitas adalah kunci agar festival ini melahirkan prestasi yang membanggakan dan berkualitas, tegasnya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Wakil Bupati Luwu secara resmi membuka Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 yang ditandai dengan ucapan syukur bersama dan disambut antusias oleh para peserta serta masyarakat yang hadir.
Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat identitas budaya Luwu, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong kemajuan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah melalui pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.




















