Bupati Luwu, H. Patahudding bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu menghadiri prosesi adat mabalik gandang di Kelurahan Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kamis (23/7/2026).
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati di tengah masyarakat tersebut dilakukan usai kunjungan kerja Bupati di Kecamatan Lamasi Timur dalam rangka Sidang di Luar Gedung Pengadilan Agama Belopa.
Prosesi mabalik gandang digelar oleh keluarga Limbong Lisa’na Bolong sebagai bagian dari rangkaian adat atas berpulangnya Almarhum Bura. Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan serta penghargaan terhadap pelestarian nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Luwu.
Dalam sambutannya, Bupati Luwu menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Ia juga menjelaskan makna filosofis dari prosesi ma’balik gandang yang menjadi penanda berakhirnya masa duka dan memasuki suasana penuh syukur serta kebersamaan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Luwu, kami menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Almarhum Bura. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar H. Patahudding.
Bupati menambahkan bahwa prosesi ma’balik gandang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Luwu karena menjadi momentum perubahan suasana dari duka menuju suka cita.
“Ma’balik gandang merupakan tradisi yang sarat makna. Dari suasana duka, kita kembali kepada semangat kebersamaan dan kehidupan. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus kita lestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Tana Luwu,” tuturnya.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhum, serta masyarakat setempat yang turut memberikan penghormatan terakhir dan mempererat tali silaturahmi melalui tradisi adat tersebut.

















