//Bupati Luwu Sepakat Jalin Kerjasama Dengan Rektor UNHAS Bidang Riset

Bupati Luwu Sepakat Jalin Kerjasama Dengan Rektor UNHAS Bidang Riset

Makassar, InfoPublik – Bertempat di gedung Rektorat Universitas Hasanuddin lantai 4, Makassar, Pemerintah Kabupaten Luwu dan Universitas Hasanuddin menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kemasyarakatan, Selasa (1/10/2019)

Prosesi penanda-tanganan Nota Kesepahaman tersebut, dilakukan langsung Bupati Luwu, H Basmin Mattayang dan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Salah satu poin penting yang disepakati dalam MoU yang berlaku lima tahun tersebut (2019-2024), adalah jalinan kerjasama penelitian penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Luwu.

Skema penelitian penanggulangan bencana banjir dimaksud, mengatur metode riset yang akan fokus dilakukan guna menemukan dan merumuskan pola tindak lanjut pengantisipasian dan penanggulangan bencana banjir yang rentan melanda wilayah Kabupaten Luwu di musim penghujan.

“Substansi kerjasama riset penanggulangan banjir ini sudah lama saya pikirkan formatnya, jauh sebelum saya maju di Pilkada Luwu dan dilantik sebagai Bupati Luwu masa jabatan 2019-2024. Pemikiran tersebut, berdasar pada kondisi daerah Kabupaten Luwu yang nyaris disetiap musim penghujan dilanda bencana banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, Suli Barat, Ponrang, dan sejumlah kecamatan lainnya”, Jelas H Basmin Mattayang.

Sebagai warga Luwu yang mendapat amanah menjadi Bupati, H Basmin Mattayanh merasa sangat prihatin dengan kondisi tersebut.

“Alhamdulillah konsep pemikiran tersebut, direspons baik oleh Ibu Rektor beserta jajarannya. Dan pada pagi hari ini, penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Luwu dengan Universitas Hasanudin telah terealisasi,” papar H Basmin Mattayang dalam sambutannya.

Lanjut dikatakan Basmin, bahwa bencana banjir merupakan musibah yang terjadi di luar daya manusia. Namun, faktor penyebab dan dampaknya dapat diminimalisir melalui sentuhan praktik keilmuan yang ilmiah, relevan, dan solutif.

“Dampak sosial yang ditimbulkan bencana banjir di Luwu dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, sangat besar kerugiannya. Seperti jatuhnya korban jiwa, gagal panen, rumah rusak, sentra usaha ekonomi gulung tikar, infrastruktur jalan dan gedung layanan publik rusak, kualitas kesehatan masyarakat yang menurun, serta ganggunan kondisi psikis warga. Sungguh kasihan masyarakat. Akibatnya, Warga yang tadinya sudah mulai beranjak ke taraf hidup yang lebih baik, harus kembali ke titik nol akibat bencana banjir,” terang Basmin dengan nada prihatin.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin Makassar, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengatakan, sejumlah poin yang akan dikerjasamakan dan tertuang dalam MoU adalah bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Luwu dalam memikirkan kualitas hidup masyarakatnya.

“Saya sangat salut dan mengapresiasi komitmen Bapak Bupati Luwu yang begitu intens memperhatikan peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. Dan Nota Kesepahaman ini merupakan salah satu wujud ketulusan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Luwu terhadap nasib dan kepentingan warganya. Insya Allah kami akan memaksimalkan dan mengoptimalkan segala potensi sumber daya yang dimiliki untuk mengawal pengimplementasian semua poin kerjasama yang telah disepakati dalam Memorandum of Understanding ini,” ucap Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.