//Luwu Siap Bersinergi Membangun Inovasi Pelayanan Publik

Luwu Siap Bersinergi Membangun Inovasi Pelayanan Publik

Makassar, InfoPublik – Keinginan Wagub Sulsel agar semua daerah di Provinsi Sulawesi Selatan segera melakukan inovasi pelayanan publik, langsung ditanggapi positif oleh Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak usai mengikuti Jambore Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, kamis (25/4) di Hotel Four Point Makassar.

“Kabupaten Luwu siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemprov Sulsel dalam membangun Inovasi Pelayanan Publik”, kata Syukur Bijak.

Jambore Inovasi Pelayanan Publik dengan mengangkat tema “Sulawesi Selatan Menuju Pusat Inovasi di Kawasan Timur Indonesia” dihadiri oleh Deputi Pelayanan Publik KemenpanRB, Diah Natalisa, Kepala BCSN, Djoko Setiadi, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, Wagub Jatim, Emil Dardak, Bupati/Walikota Se-Sulsel, Kadis Kominfo dan Kadis DPMPTSP Se-Sulsel.

Deputi Pelayanan Publik KemenpanRB, Diah Natalisa dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan Jambore Inovasi Pelayanan Publik dan semua pihak yang terlibat didalam kegiatan tersebut.

“Dalam Skala Nasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mampu mencatatkan dirinya dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Nasional. Daerah lain diharapkan dapat melakukan replikasi dengan cara mengadopsi inovasi yang telah teruji, melakukan pengembangan terhadap inovasi yang telah ada. Jangan sampai inovasi tersebut hilang seiring dengan pergantia kepala daerah”, kata Diah Natalisa

Senada dengan Diah, Wagub Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman membenarkan bahwa saat ini Pemprov Sulsel telah melakukan inovasi pelayanan publik skala nasional.

“Untuk Pemprov. Sulsel, kita sudah memiliki roadmap inovasi pelayanan publik untuk tiga tahun kedepan. Sistem yang kita bangun harus mempermudah pelayanan publik, bukan justru mempersulit. Tentunya untuk mewujudkan itu perlu didukung oleh SDM yang berkualitas”, jelas Andi Sudirman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BCSN, Djoko Setiadi juga menjelaskan pentingnya pemanfaatan sertifikat elektronik. Menurutnya, perkembangan TIK dewasa ini bukan hanya membawa dampak positif tetapi juga memiliki dampak negatif. Salah satunya adalah seringnya terjadi serangan Cyber yang menjadikan transaksi elektronik sebagai sasaran sehingga perlu adanya pengamanan dengan implementasi sertifikat elektronik.

Kegiatan Jambore Inovasi Pelayanan Publik kali ini, selain pemberian penghargaan kepada daerah yang berhasil masuk dalam Top 29 Inovasi daerah Se-Sulsel, dirangkaikan pula dengan penandatangan Pemanfaatan Sertifikat Elektronik antara Provinsi Sulawesi Selatan, Kadis Kominfo Kab/Kota Se-Sulsel dengan Badan Cyber dan Sandi Negara (BCSN).