Bupati Luwu, H. Patahudding, memimpin langsung defile kontingen Kabupaten Luwu pada pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVIII Sulawesi Selatan Tahun 2026 Wajo–Bone yang berlangsung di Stadion Lapatau Bone, Sabtu (7/11/2026).
Kehadiran Bupati Luwu bersama jajaran pemerintah daerah dan pengurus KONI menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu terhadap keikutsertaan atlet daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Dalam defile tersebut, kontingen Kabupaten Luwu menampilkan kekayaan budaya Tana Luwu dengan mengusung semangat “Luwu Bangkit Meraih Prestasi”.
Berbagai unsur budaya ditampilkan, mulai dari Kallolo dan Ana’dara dalam balutan busana adat Tana Luwu, maskot TABARO yang merepresentasikan sagu sebagai warisan pangan daerah, Palemba Tabaro dengan aneka olahan sagu, hingga Rumah Sagu sebagai simbol pelestarian pangan lokal.
Penampilan juga dimeriahkan dengan kehadiran Sinrangeng Lakko, Duta Olahraga di bawah Pajung ri Luwu, serta Tari Mappasagu yang menggambarkan kegembiraan, kebersamaan, dan semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya.
Sebagai bentuk penghormatan, Bupati Luwu turut menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Bone, dan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Cenderamata tersebut merupakan representasi kekayaan budaya Tana Luwu, termasuk Salapu atau badik khas Luwu dan olahan sagu.
Pada PORPROV XVIII Sulawesi Selatan tahun ini, Kabupaten Luwu mengikutsertakan 474 orang yang terdiri atas 184 atlet, 123 pelatih dan ofisial, serta 167 penggembira. Kontingen akan berkompetisi pada 24 cabang olahraga dengan target delapan medali emas dan masuk 10 besar klasemen akhir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi; Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding; Ketua Bidang I TP-PKK Kabupaten Luwu, Nilasari Dhevy Bijak; Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu, Rafika Liakat; serta Ketua KONI Kabupaten Luwu, Suryanto.
Melalui keikutsertaan dalam PORPROV XVIII ini, Kabupaten Luwu tidak hanya membawa misi prestasi olahraga, tetapi juga memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.























